Awalnya adalah tanda tanya. Kemudian tidak lama kemudian berakhir dengan terimakasih. Saya agak lupa awal mulanya bagaimana, tetapi intinya Pak Imam menghubungi saya melalui telepon bahwa dirinya perlu popper untuk berangkat popping ke suatu tempat di Indonesia bagian timur. Jujur saja saya kurang mengenalnya karena memang berasal dari generasi mancing yang berbeda. Saya masih terhitung pemancing yang "kadang-kadang" saja memancing, kalau Pak Imam adalah pemancing senior yang seringkali melakukan trip ke lokasi yang jauh. Karakter generasi pemancing 'senior' Indonesia adalah, setahu saya, kalau memancing tidak pernah ada yang tahu kapan kemana dan bagaimana hasilnya. Karena memang generasi tersebut relatif tidak akrab dengan media sosial. Berbeda dengan generasi saya yang bahkan setahun sebelum trip seluruh dunia sudah mengetahuinya. Meskipun kalau misalnya hasil mancingnya kurang baik, atau malahan gagal, dengan berbagai cara kemudian ditutupinya. Hehehe! Intinya kemudian beberapa popper kemudian meluncur ke Semarang, Jawa Tengah. Dan cukup lama tidak ada update apapun.
Saya berfikir mungkin memang belum sempat memancing sehingga tidak ada khabar apapun dari Pak Imam. Tetapi tanpa dinyana kemudian berderinglah ponsel saya pada bulan April, saat itu saya berada di Pulau Sumbawa, NTB. Intinya adalah bahwa Pak Imam merasa terpuaskan! Bukan permasalahan mendapatkan ikan sebenarnya, yang saya lihat juga sebenarnya adalah very good size Giant trevally. Tetapi adalah karena hanya poppernya yang strike di trip tersebut! Banyak angler di kapal itu katanya, yang juga merupakan die hard angler, tetapi entah kenapa hanya Batanta Popper yang kemudian disambar. Mungkin sebenarnya ini adalah karena kebetulan semata. Apalagi faktor x di dunia sportfishing itu banyak sekali. Tetapi beliau kemudian menjawab, bukan ini bukan kebetulan. Kami berhari-hari mencoba mendapatkan sambaran dari ikan Giant trevally yang cukup good size dan setengah mati untuk mendapatkannya, padahal spotnya cukup menjanjikan. Katanya. Tetapi kemudian hanya setelah mengganti popper dengan Batanta Popper hasil kemudian ada perubahan yang signifikan. Joooossss tenann poppermu Mek, dalam bahasa Jawa yang kental. Pungkas Pak Imam melalui telepon. Puji Tuhan. Alhamdulillah! Bertambah lagi satu kisah tentang Batanta Popper ambil bagian dalam kebahagiaan seorang pemancing popping. One life some big fish!
* Foto koleksi Pak Imam (Semarang). Artikel oleh Michael Risdianto (Team Batanta).


0 comments:
Post a Comment